Rabu, 07 Desember 2016

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS


2. PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS

1. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi Perilaku Etika

Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang.Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan di papan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.Perilaku karyawan, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis.Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.

2. Kesaling - tergantungan antara bisnis dan masyarakat

Kesalingtergantungan bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan, egalitarianisme. Manusia bekerjasama, bergotong-royong dengan sesamanya memegang prinsip kesetaraan. Tidak akan tercipta sebuah gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada keunggulan diri dibanding yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku, ekonomi dsb.

Perbudakan yang terjadi di masa lalu adalah sesuatu yang tidak alami, menyalahi takdir sebagai manusia. Setiap manusia berhak atas kebebasan. Namun pola perbudakan semacam itu kiranya tidak lekang oleh zaman, meski bentuknya diubah sedikit supaya lebih beradab.

Keadaan demikian menciptakan kericuhan di dalam masyarakat akibat hiperregulasi, karena tingkat kepatuhan masyarakat menurun. Keamanan menjadi barang yang mahal. Kepergian para investor karena merasa tidak aman memperparah perekonomian Indonesia. Dalam keadaan collapse akhirnya kita memiliki ketergantungan yang tinggi kepada negara luar.

3. Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika

Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll.

4. Perkembangan dalam etika bisnis

Di akui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif sampai menjadi status sebagai bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri.

Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di Jakarta.


5. Etika bisnis dan Akuntan

Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.


Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya telah membuktikan bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


Pengertian Etika  :


KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

       Etika merupakan tentang baik dan buruknya perilaku, hak serta kewajiban moral; sekumpulan asa atau nilai-nilai yang berhubungan atau berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut oleh masyarakat.
Etika profesi akuntansi adalah yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan.

Prinsip – prinsip etika :

      Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang baru saja diterbitkan oleh IAPI menyebutkan 5 prinsip-prinsip dasar etika profesi, yaitu:
1. Prinsip Integritas2. Prinsip Objektivitas3. Prinsip Kompetensi serta Sikap Kecermatan dan Kehati-hatian Profesional4. Prinsip Kerahasiaan5. Prinsip Perilaku Profesional


Basic Teori etika :

      Basis Teori Etika beserta Contoh nya. Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan.

Egoism                     
             :
       Egoism merupakan suatu bentuk ketidak adilan kepada orang lain. Inti dari pandangan egoism adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi untuk memajukan dirinya sendiri. Hal seperti ini juga dapat dijadikan satu – satu tujuan dari tindakan moral setiap manusia. Egoism ini baru menjadi persoalan serius ketika seseorang cenderung menjadi hedoistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata – mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar.
      Egoism tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai mekhluk sosial. Egoism tidak mampu memecahkan masalah ketika perselisihan muncul. 


Senin, 30 Mei 2016

Transitive and Intransitive Sentences


Nama  : Tina Betaria Sagala
NPM   : 28213914
Class   : 2EB13


 TRANSITIVE SENTENCES

1. He closed his book
2. My sister made a noodle
3. She saw the rainbow
4. The boy watched the movie
5. He bought my book

Explanation :

      Sentence in number one is a transitive sentence which consists of four element, He, Closed, his, and Book. The identification are subject (He), predicate (Closed), and object (His Book). Then he is Noun (N), Closed (V2), and book (N). all of these are not phrase however His book in number one  is a phrase which it’s head is book.
    Sentence in number two is a transitive sentence which consists of three element, My Sister, made, a noodle. The identification are subject (My sister), predicate (Made), and object (a noodle). Then my sister is Noun (N), made (V2), a noodle (N). all of these are not phrase however a noodle in number one  is a phrase which it’s head is a noodle.
      Sentence in number three is a transitive sentence which consists of three element, She, Saw, the Rainbow. The identification are subject (she), predicate (Saw), and object (The Rainbow). Then She is Noun (N), Saw (V2), The Rainbow (N). all of these are not phrase however The Rainbow in number one  is a phrase which it’s head is Rainbow.
    Sentence in number four is a transitive sentence which consists of three element, The Boys, Watched, the movie. The identification are subject (The Boy), predicate (Watched), and object (the Movie). Then The Boys is Noun (N), Watched (V2), and the movie (N). all of these are not phrase however thr movie in number one  is a phrase which it’s head is movie.
    Sentence in number five is a transitive sentence which consists of four element, He, bought, my, and Book. The identification are subject (He), predicate (Bought), and object (My Book). Then he is Noun (N), bought (V2), and book (N). all of these are not phrase however my book in number one  is a phrase which it’s head is book.




INTRANSITIVE SENTENCES

1.  The boy is crying everynight
2. My Father is walking every morning
3. Tina is swimming at the river now
4. Grandfather is sitting at the park
5. Zizi is waiting at the corner

Explanation :

      Sentence in number one is a intransitive sentence which consists of two element, the boys, and crying. The identification are subject (The Boy), predicate (crying) and modififer of time (everynight). Then the boy is Noun (N), Crying (V1), and everynight (adv of time). all of these are not phrase however crying everynight in number one  is a phrase. Which it’s head is crying.
       Sentence in number two is a intransitive sentence which consists of four element, My Father, is, walking, and every morning. The identification are subject (My Father), predicate (is walking) and modififer of time (every morning). Then My Father is Noun (N), is walking (V1), and every morning (adv of time). all of these are not phrase however walking every morning in number one  is a phrase. Which it’s head is walking.
      Sentence in number three is a intransitive sentence which consists of five element, Tina, is, swimming and at the river, now. The identification are subject (Tina), predicate (is swimming) and modififer of place (the river), modififer of time (now). Then Tina is Noun (N), is swimming (V1), at the river (adv of place), and everynight (adv of time). all of these are not phrase however swimming at the river in number one  is a phrase. Which it’s head is swimming.
         Sentence in number four is a intransitive sentence which consists of four element, Grandfather, is, sitting, and at the park. The identification are subject (Grandfather), predicate (sitting), and modififer of place (at the park). Then Grandfather is Noun (N), sitting (V1), and at the river (adv of place). all of these are not phrase however sitting at the park in number one  is a phrase. Which it’s head is sitting.
       Sentence in number five is a intransitive sentence which consists of four element, zizi, is, waiting, and the corner. The identification are subject (Zizi), predicate (is waiting) and modififer of place (at the corner). Then Zizi is Noun (N), waiting (V1), and at the corner (adv of place). all of these are not phrase however waiting at the corner in number one  is a phrase. Which it’s head is waiting.

Jumat, 18 Desember 2015

Tugas 7 Perekonomian Indonesia 2014

Setiap negara memiliki masing-masing sistem ekonomi yang dianut, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi yang kuat untuk bersaing dalam Perekonomian Internasional dengan  menganut sistem ekonomi campuran. Sistem ini sering disebut sebagai gabungan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando.
Sistem ekonomi campuran merupakan sistem kehidupan ekonomi yang di kuasai oleh pemerintah tetapi masyarakat masih memiliki kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin dijalankan. Dalam sistem ini pemerintah dan masyarakat atau pihak swasta bekerja sama untuk menangani masalah ekonomi sehingga perekonomian tidak lepas kendali. Kegiatan perekonomian ini diserahkan kepada kekuatan pasar.

Indonesia disebut sebagai negara calon layak untuk menjadi salah satu anggota dari negara-negara BRIC (Brasilia, Rusia, India, Cina), karena ekonomi Indonesia menunjukan perkembangan dan kemampuan yang sama dengan anggota lain tersebut. Hal lain yang menunjukan Indonesia sebagai negara yang memiliki perekonomian yang kuat adalah pengakuan Internasional atas kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Fitch Ratings, Moody's, dan Standart & Poor's, Pertumbuhan ekonomi yang tangguh, hutang pemerintah yang rendah, dan manajemen fiskal yang bijaksana merupakan alasan kenaikan penilaian tersebut. Dengan alasan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki arus modal keuangan berupa dana asing ke Indonesia, baik aliran portofolio maupun investasi asing langsung (FDI) yang meningkat secara signifikan.

Sama dengan negara lainnya, Indonesia juga memiliki permasalahan ekonomi. Permasalahan ekonomi yang dialami merupakan masalah mendasar dari setiap negara. Dalam menyikapi permasalahan ekonomi, setiap negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi perekonomiannya.

Sesuai dengan kondisi perekonomiannya, Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasial. dalam sistem ekonomi ini, negara memiliki kekuasaan penuh dalam penguasaan dan pengaturan semua sumber daya alam. Sumber daya alam  yang terdapat di kawasan Indonesia ditujukan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Namun, dalam mengelolah sumber daya yang ada, Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintah saja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk ikut mengelola berbagai aspek perekonomian yang tidak dikuasai oleh pemerintah. Peranan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) memiliki peranan yang sangat besar dalam perekonomian di Indonesia, hal ini menunjukan adanya tanda positif untuk awal periode perekonomian yang penting.

Pada tahun 2014, Perekonomian Indonesia melambat dan perlu waktu lama untuk pulih kembali. Hal ini merupkan tantangan yang dialami oleh Presiden Jokowi sebagai kepala negara. Tantangan utama yang akan dihadapi Indonesia adalah pengurangan dana stimulasi yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat The Fed. Kondisi ini sangat dirasakan oleh Indonesia sehingga membuat BI (Bank Indonesia) mengalami tekanan untuk mempertahankan kebijakan uang ketat. Tantangan yang lain, mendorong kembali pertumbuhan ekonomi yang berada pada titik terendah sejak lima tahun terakhir.

Pertumbuhan Investasi pada tahun 2014 di Indonesia mengalami penurunan, hal ini dikarenakan pertumbuhan investasi hanya 4,0 persen pada kuartal ke tiga 2014, turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 5,0 persen. Rata-rata investasi yang tumbuh 8,5 persen dalam satu dekade terakhir. Lingkungan bisnis yang tidak pasti, ditambah tingginya tingkat suku bunga membuat investasi dari pihak asing dan domestik mundur. (Gareth, 2014)

Daftar Pustaka:
  1.  Investments, Indonesia. "Ekonomi Indonesia". 19 Desember 2015.http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/item177
  2. Dominguez,dkk. "Ekonomi Indonesi Perlu Waktu Lama Untuk Pulih". 19 Desember 2015. http://www.dw.com/id/ekonomi-indonesia-perlu-waktu-lama-untuk-pulih/a-18061348 
  3. Gareth Leather; wawancara khusus DW; 16.11.2014






Tugas 6 Pasar Modal di Indonesia

Pasar modal (capital market) adalah tempat menjual dan membeli instrument keuangan seperti saham, obligasi, waran, dan berbagai produk turunan. Berdasarkan keputusan presiden No. 52 tahun1976 menyebut pengertian pasar modal adalah bursa efek seperti yang di maksud dalam undang-undang No. 15 tahun 1952. Menurut undang-undang tersebut bursa adalah gedung tempat penjualan efek, sedangkan surat berharga yang di kategorikan efek adalah saham, obligasi , dan surat bukti lainnya.
 
Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar. Pasar modal menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi  dan menjadi alternatif bagi perusahaan-perusahaan yang merupakan salah satu agen produksi. Dengan meningkatnya perkembangan pasar modal dalam suatu negara maka akan meningkankan GDP (gross domestic product) dengan meningkatnya GDP makan akan meningkatkan kemajuan ekonomi suatu negara.

Indonesia merupakan negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran, dimana sistem ini merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Perkembangan pasar modal dalam perekonomian di Indonesia berjalan secara fantastis atau dinamis. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang permintaan atas barang dan jasa yang sangat tinggi. Hal ini di buktikan dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan baru yang muncul di Indonesia, baik domestic maupun asing, karena pangsa pasar yang potensial ada di Indonesia.

Pasar modal memiliki posisi yang sangat penting dan vital dalam perkembangan perekonomian Indonesia. kemajuan teknologi serta tingginya arus globalisasi membuat pasar modal di Indonesia dapat menjadi icon pasar modal Asia Tenggara. Hal ini merupakan salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi Indonesia. keberadaannya yang semakin berkembang, membuktikan semakin dibutuhkannya pasar modal sebagai bagian dari realisasi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat baik barang maupun jasa.

Secara umum, ada tiga alternatif dalam investasi yang dianut Indonesia. ketiga alternatif tersebut adalah tabungan, asuransi, dan investasi pasar modal. Investasi di pasar modal memiliki resiko yang tinggi, namunmemberikan keuntungan yang tinggi pula. dengan berinvestasi di pasar modal, kebutuhan perusahaan terhadap modal akan terealisasikan, sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitasnya dan mampu menghasilkan output yang berkualitas. Selain itu, masyarakat juga dapat memiliki hak milik perusahaan dalam bentuk persentase saham sehingga hal ini mendorong pemerataan pendapatan masyarakat.


Daftar pustaka:

1.   Terapan, akuntansi. “Pasar Modal Indonesia”. 13 Januari 2016.
Widoatmodjo, sawidji. “Cara Sehat Investasi di Pasar Modal “. 13 Januari 2016. http//akuntansiterapan.com/2013/11/01/pasar-modal-indonesia

Tugas 5 Nilai Tukar Uang di Indonesia




Menurut Musdholifah & Tony (2007), nilai tukar atau kurs adalah perbandingan antara harga mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.

Tugas 4 Inflasi di Indonesia



Inflasi adalah meningkatnya harga secara terus-menerus dalam waktu yang panjang. inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi di setiap negara maju maupun berkembang. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak bisa dihilangkan, hanya bisa mengurangi dan mengendalikannya.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang di konsumsi masyarakat.
Secara historis, tingkat inflasi di Indonesia lebih tinggi disbanding dengan negara-negara berkembang lainnya. Indonesia memiliki rata-rata tingkat inflasi tahunan sekitar 8,5% dalam periode yang sama.


Daftar pustaka
1.       Indonesia, bank. “pengenalan inflasi”. 13 Januari 2016. http://www.bi.go.id/moneter/inflasi/pengenalan/contents/Default.aspx
2.       Investments, Indonesia. “Inflasi di Indonesia (Indeks Harga Konsumen)”. 13 Januari 2016. http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/inflasi-di-indonesia/item254